Halaman

Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi ?

Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

Mengajak Putra Putri Terbaik Bangsa Untuk Menjadi Calon Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Dalam Pemilihan Umum 2014

Selengkapnya


Lebih dekat dengan Prabowo Subianto

Kamis, 19 September 2013

Rencana Pembelian Lahan Peternakan Sapi di Australia Salah Besar



Anggota Dewan Pakar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prof. Dr. Muhajir Utomo mengatakan bahwa rencana pemerintah melalui BUMN untuk membeli 1 juta hektar lahan di Australia sebaiknya dibatalkan saja. Menurutnya rencana Pemerintah untuk membeli lahan di Australia untuk pembiakkan bibit sapi dapat menimbulkan ketergantungan Indonesia akan sapi bakalan Australia dan memupus peluang Indonesia untuk mengembangkan teknologi rekayasa genetika sapi. Beliau juga khawatir ini merupakan akal-akalan Australia dan pengusaha kita saja.

Prof. Muhajir juga menambahkan, tidak benar padang rumput secara inherent Australia lebih tinggi nutrisinya dibanding padang rumput di Indonesia. Ekosistem Indonesia timur (NTT), misalnya mirip Australia Utara yang beriklim tropis. Untuk memperoleh padang rumput kaya nutrisi dapat dilakukan pemupukan, begitu pula dengan yang dilakukan Australia. Lebih baik kita maksimalkan padang rumput yang kita miliki untuk pengembangan ternak. Pengembangan lahan ternak jauh lebih baik jika dikembangkan di negara kita sendiri, dana yang besar untuk pembelian lahan di Australia lebih baik digunakan untuk pengembangan ternak sapi hulu dan hilir di lahan yang kita miliki.
(Foto: nasional.kompas.com)
Dewan Pakar Gerindra: Rencana Pembelian Lahan Peternakan Sapi di Australia Salah Besar

Anggota Dewan Pakar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prof. Dr. Muhajir Utomo  mengatakan bahwa rencana pemerintah melalui BUMN untuk membeli 1 juta hektar lahan di Australia sebaiknya dibatalkan saja. Menurutnya rencana Pemerintah untuk membeli lahan di Australia untuk pembiakkan bibit sapi dapat menimbulkan ketergantungan Indonesia akan sapi bakalan Australia dan memupus peluang Indonesia untuk mengembangkan teknologi rekayasa genetika sapi. Beliau juga khawatir ini merupakan akal-akalan Australia dan pengusaha kita saja.

Prof. Muhajir juga menambahkan, tidak benar padang rumput secara inherent Australia lebih tinggi nutrisinya dibanding padang rumput di Indonesia. Ekosistem Indonesia timur (NTT), misalnya mirip Australia Utara yang beriklim tropis. Untuk memperoleh padang rumput kaya nutrisi dapat dilakukan pemupukan, begitu pula dengan yang dilakukan Australia. Lebih baik kita maksimalkan padang rumput yang kita miliki untuk pengembangan ternak. Pengembangan lahan ternak jauh lebih baik jika dikembangkan di negara kita sendiri, dana yang besar untuk pembelian lahan di Australia lebih baik digunakan untuk pengembangan ternak sapi hulu dan hilir di lahan yang kita miliki. 
(Foto: nasional.kompas.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Lebih dekat dengan Prabowo Subianto